EDWARDS2010 – Seiring dengan datangnya Hari Raya, aroma khas lemang mulai menyeruak di berbagai penjuru. Lemang tidak hanya sekadar makanan, tapi juga simbol kebersamaan dan kehangatan dalam setiap perayaan Hari Raya di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Melayu dan Minangkabau, serta di beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Tradisi Pembuatan Lemang

Lemang adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang dimasak di dalam bambu. Proses pembuatannya merupakan sebuah ritual yang menggambarkan kekompakan dan kerjasama. Tradisi ini diawali dengan pemilihan bambu yang tepat – biasanya bambu muda agar mudah dibakar dan tidak menghasilkan banyak serat.

Saat Hari Raya tiba, keluarga dan tetangga berkumpul untuk membantu mempersiapkan lemang. Ini adalah momen yang menyatukan, di mana setiap orang memiliki peran: ada yang memotong bambu, ada yang meracik bumbu, dan ada juga yang bertugas mengawasi lemang saat dibakar.

Pembakaran lemang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Bambu yang telah diisi dengan beras ketan dan santan harus diputar secara berkala agar matangnya merata. Api yang digunakan pun harus tetap stabil – tidak terlalu besar untuk menghindari bambu terbakar, namun cukup panas untuk memastikan lemang matang sempurna.

Resep Lemang

Untuk membuat lemang, Anda memerlukan beberapa bahan dasar dan alat:

Bahan:

  • 1 kg beras ketan, cuci bersih dan rendam selama 1-2 jam
  • 2 liter santan dari kelapa yang sudah diparut
  • Daun pisang untuk melapisi dalam bambu
  • Garam secukupnya
  • Bambu muda yang telah dibersihkan dengan panjang sekitar 30-40 cm

Langkah Pembuatan:

  1. Persiapan Bambu
    Bersihkan bambu yang telah dipotong sesuai ukuran. Lapisi bagian dalam bambu dengan daun pisang yang telah dibersihkan. Ini akan mencegah nasi ketan menempel pada bambu dan memberi aroma yang harum.
  2. Rendam Beras Ketan
    Setelah beras ketan dicuci bersih, rendam selama beberapa jam agar beras menjadi lebih lunak dan mudah dimasak.
  3. Pencampuran Beras dan Santan
    Tiriskan beras ketan, lalu campurkan dengan santan dan garam. Aduk rata hingga bumbu tercampur sempurna.
  4. Pengisian Bambu
    Isilah bambu dengan campuran beras ketan dan santan hingga 3/4 penuh. Ini untuk memberi ruang bagi beras ketan mengembang saat dimasak.
  5. Pembakaran Lemang
    Tutup ujung bambu dengan daun pisang, lalu bakar lemang di atas bara api dengan posisi miring. Putar bambu secara berkala agar lemang matang merata. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 4-6 jam.
  6. Penyajian
    Setelah matang, dinginkan lemang sebelum dibuka dari bambu. Lemang siap dipotong dan disajikan sebagai bagian dari hidangan istimewa Hari Raya.

Momen pembuatan lemang tidak hanya menghasilkan makanan yang lezat tetapi juga mempererat tali persaudaraan. Lemang yang hangat dan beraroma daun pisang menjadi nikmat tersendiri saat disantap bersama keluarga dan kerabat di hari yang fitri. Tradisi ini, yang turun-temurun dilakukan, menjadi bukti kekayaan budaya dan keunikan perayaan Hari Raya di Indonesia.

By edwards