EDWARDS2010 – Kerusakan pendengaran sensorineural bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk penuaan, paparan kebisingan yang berlebihan, infeksi, dan kondisi genetik. Walaupun tidak semua kasus dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko kerusakan pendengaran sensorineural.

1. Lindungi Telinga Anda dari Kebisingan

Paparan Kebisingan:
Hindari paparan suara keras terus-menerus. Kebisingan di atas 85 desibel (dB) dapat merusak pendengaran. Penggunaan alat pelindung telinga seperti earplug atau earmuff saat berada di lingkungan yang bising sangat dianjurkan.

Volume Perangkat Elektronik:
Batasi penggunaan headphone atau earbud dengan volume yang tinggi. Ikuti aturan 60/60, yaitu mendengarkan dengan volume tidak lebih dari 60% dari maksimum selama tidak lebih dari 60 menit sehari.

2. Perhatikan Tanda dan Gejala

Deteksi Dini:
Perhatikan tanda-tanda awal gangguan pendengaran, seperti kesulitan mendengar di lingkungan yang bising atau perlu sering mengulang percakapan. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.

3. Kesehatan Umum

Pencegahan Infeksi:
Jaga kesehatan umum dan cegah infeksi, terutama infeksi telinga, yang dapat menyebabkan kerusakan pendengaran sensorineural.

Pengelolaan Penyakit Kronis:
Kondisi seperti diabetes dan hipertensi dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran sensorineural. Pengelolaan efektif terhadap penyakit kronis dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.

4. Gaya Hidup Sehat

Berhenti Merokok:
Merokok dapat meningkatkan risiko kerusakan pendengaran. Berhenti merokok dapat membantu mencegah hipakusia sensorineural.

Penggunaan Obat:
Beberapa obat memiliki efek ototoksik yang dapat merusak pendengaran. Gunakan obat-obatan hanya sesuai petunjuk dokter dan selalu diskusikan potensi efek samping terhadap pendengaran.

5. Pemeriksaan Pendengaran Rutin

Skrening Pendengaran:
Jalani tes pendengaran secara rutin, terutama jika Anda berada dalam kelompok risiko tinggi, seperti mereka yang bekerja di lingkungan bising atau memiliki riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran.

6. Diet dan Nutrisi

Diet Sehat:
Pola makan sehat yang kaya akan omega-3 dan antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan telinga.

7. Edukasi dan Kesadaran

Pengetahuan adalah Kekuatan:
Meningkatkan kesadaran tentang bahaya kebisingan dan pentingnya melindungi pendengaran dapat mendorong perilaku yang lebih sehat.

Meski tidak semua kasus hipakusia sensorineural dapat dicegah, mengambil langkah-langkah seperti melindungi telinga dari paparan suara keras, menjaga kesehatan umum, dan melakukan pemeriksaan pendengaran rutin dapat signifikan mengurangi risikonya. Jika Anda khawatir tentang pendengaran Anda, jangan ragu untuk berbicara dengan profesional kesehatan.

By edwards