Kabut Asap Meningkat! Aktivitas Warga Kalimantan Terganggu

Akhir-akhir ini, rasanya timeline sosial media penuh banget berita tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan. Musim kemarau tahun ini kembali membawa ancaman lama yang tak kunjung usai. Kalimantan saat ini berada di peringkat nomor satu kualitas udara terburuk di Indonesia telah terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan.

Sejauh ini, tercatat sebanyak 22.744 titik panas karhutla di seluruh provinsi pulau Kalimantan. Sebagian besar titik panas berada di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berjumlah 17.865 (78,5%).

Menurut data peringkat kualitas udara terburuk di Indonesia dari IQAir, Kota Pontianak, Kalimantan Barat menduduki peringkat pertama dengan kualitas udara berkisar 424-598 AQI (termasuk dalam kategori berbahaya hingga beracun). Kemudian diikuti dengan kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan kualitas udara 216-483 AQI (termasuk dalam kategori tidak sehat dan berbahaya).

Memburuknya kondisi di beberapa wilayah ini umumnya dipicu oleh peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah warga Kalimantan ikut merasakan dampak akibat kebakaran yang terjadi. Banyak aktivitas menjadi terganggu karena terpapar kabut asap, sehingga masyarakat mengalami kesulitan bernapas saat diluar rumah.

Artikel ini akan membahas apa penyebab terjadinya kebakaran, dampak sosial yang dirasakan masyarakat dan bagaimana cara kita menghadapi situasi saat ini. Mari kita simak pembahasannya!

Mengapa Bisa Terjadi Kebakaran Hutan?

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sepertinya sudah berulang kali terjadi setiap tahun pada musim kemarau. Menurut opini masyarakat setempat ini disebut sebagai bencana atau “drama” tahunan yang terus berulang.

Ada dua faktor utama penyebab kebakaran terjadi:

  • Faktor Manusia

  • Pembukaan Lahan; Beberapa oknum diduga sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan secara tragis demi kepentingan pribadi.
  • Kelalaian Masyarakat; Kurangnya kesadaran diri dalam masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena dapat memicu terjadinya kebakaran.
  • Pembakaran Sampah; Terdapat sejumlah titik api berasal dari pembakaran sampah liar begitu meningkat pada musim kemarau.


  • Faktor Alam

  • Kemarau Panjang; Meningkatkan resiko terjadinya kebakaran, mengingat mayoritas lahan di Kalimantan merupakan tanah gambut yang sangat mudah terbakar ketika kondisinya mengering.
  • Fenomena Cuaca Ekstrem; Adanya siklus esktrem El-Nino dapat memperpanjang terjadinya kekeringan.

Nah, itulah kemungkinan faktor utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Salah satu tantangan terbesar adalah kebakaran di lahan gambut. Api tidak hanya membakar permukaan, tapi juga dapat merambat kedalam tanah sehingga membuat api tidak terlihat. Peristiwa ini membuat proses pemadaman berlangsung lama.

Dampak Terhadap Aktivitas Lingkungan

Kondisi seperti ini telah terjadi sepanjang tahun, dampaknya pun dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kualitas udara yang memburuk, gangguan kesehatan,  jarak pandang menurun, sehingga terhambatnya aktivitas sekolah, transportasi dan perekonomian. Berikut dampak nyata yang terjadi:

  • Polusi Udara

  • Kualitas udara menjadi tercemar menyebabkan polusi terjadi disejumlah wilayah yang terdampak. Masyarakat banyak mengalami gangguan pernapasan karena kekurangan oksigen.
  • Sumber Air

  • Air rawan terkontaminasi abu dan zat kimia berbahaya, sehingga beberapa wilayah mengalami krisis air bersih.
  • Kerusakan Tanah

  • Kebakaran hutan menyebabkan hilangnya fungsi ekologis, ini sangat berpengaruh terhadap ekosistem dan kerja petani.
  • Spesies Terancam 

  • Satwa liar merasa terancam dengan kondisi ini, karena hutan merupakan habitat asli. Kehilangan hutan berarti kehilangan rumah dan masa depan mereka.
  • Kerugian Ekonomi

  • Sejumlah masyarakat kesulitan beraktivitas diluar rumah karena kabut asap menyelimuti bagian kota. Bahkan beberapa sekolah diliburkan dan pekerja lainnya wfh (kerja dari rumah) akibat dampak dari kabut asap. Hal ini menyebabkan kondisi ekonomi di daerah tersebut menurun.

Bagaimana Tindakan Pemerintah Terhadap Karhutla yang Terjadi?

Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya penanganan terhadap karhutla yang terjadi saat ini. Tindakan dilakukan cukup kooperatif, mulai dari;

  • Jalur Darat dan Udara

Pemerintah setempat mengerahkan puluhan helikopter untuk patroli, pemadaman air dilakukan dari darat serta udara pada titik api yang sulit di jangkau.

  • Penegakan Hukum

Memberikan sanksi tegas terhadap pelaku pembakaran hutan secara liar baik itu untuk kepentingan pribadi atau lainnya.

  • Pengawasan Rutin

Melakukan pemantauan selama 24 jam secara berkala terhadap titik panas beserta daerah rawan kebakaran.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  • Jangan Membakar Lahan

Gunakan cara lain yang lebih aman dan ramah lingkungan.

  • Tidak Membuang Puntung Rokok Sembarangan

Puntung rokok kecil bisa memicu api besar.

  • Laporkan Kebakaran Segera

Hubungi pihak berwenang jika melihat api atau asap.

  • Jaga Kesehatan

Kurangi aktifitas diluar rumah agar terhindar dari kabut asap dan selalu gunakan masker setiap keluar.

  • Peduli Dan Edukasi

Ajak orang sekitar untuk bersama-sama mencegah karhutla

Mari kita jaga kelestarian hutan Kalimantan dengan mencegah membakar lahan sembarangan. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya meruak alam, tetapi juga mengancam kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi kita.