Meningkatkan Kualitas Tulisan: Kurangi Kalimat Pasif

Sebagai seorang penulis, kamu pasti ingin tulisanmu enak dibaca dan mudah dipahami. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengurangi penggunaan kalimat pasif dalam tulisanmu. Kalimat pasif memang sering kali terasa formal dan berat, yang justru bisa membuat pembaca kehilangan minat. Jadi, kenapa tidak mencoba mengurangi penggunaan kalimat pasif untuk meningkatkan kualitas tulisanmu?

Apa Itu Kalimat Pasif?

Sebelum kita masuk lebih jauh, yuk kita bahas Trisula88 dulu apa itu kalimat pasif. Secara sederhana, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya menjadi penerima aksi, bukan pelaku aksi. Contohnya, kalimat “Buku itu dibaca oleh saya” adalah kalimat pasif. Dalam kalimat ini, subjeknya “Buku” menjadi penerima aksi (dibaca), sementara pelakunya adalah “saya”.

Sebaliknya, kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan aksi. Misalnya, “Saya membaca buku itu.” Dalam kalimat ini, subjek “Saya” yang melakukan aksi “membaca.”

Kenapa Kalimat Pasif Harus Dibatasi?

Kalimat pasif memang sering digunakan dalam tulisan yang formal atau akademik, namun untuk tulisan yang lebih santai dan mudah dipahami, kalimat aktif lebih disarankan. Mengapa? Berikut beberapa alasan pentingnya mengurangi kalimat pasif:

  1. Meningkatkan Kejelasan
    Kalimat aktif lebih jelas karena langsung menunjukkan siapa yang melakukan aksi. Misalnya, “Tim IT memperbaiki masalah jaringan” lebih mudah dipahami daripada “Masalah jaringan diperbaiki oleh Tim IT.”

  2. Membuat Tulisan Lebih Dinamis
    Kalimat aktif memberi kesan bahwa tulisanmu lebih hidup dan bergerak. Pembaca jadi lebih mudah mengikuti alur cerita atau informasi yang kamu sampaikan.

  3. Mempermudah Pemahaman Pembaca
    Kalimat pasif terkadang bisa membuat pembaca kebingungan karena ada banyak kata tambahan yang tidak perlu. Kalimat aktif lebih langsung dan to the point, yang tentunya memudahkan pemahaman.

  4. Menjaga Pembaca Tetap Terlibat
    Dengan menggunakan kalimat aktif, kamu menjaga pembaca tetap fokus pada cerita atau informasi yang kamu sampaikan. Kalimat pasif yang berulang kali bisa membuat pembaca merasa bosan atau kehilangan fokus.

Bagaimana Cara Mengurangi Kalimat Pasif?

Sekarang, bagaimana cara kita mengurangi kalimat pasif dan menggantinya dengan kalimat aktif? Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:

  1. Kenali Kalimat Pasif dalam Tulisanmu
    Langkah pertama adalah mengenali kalimat pasif dalam tulisanmu. Cobalah membaca kembali tulisan yang sudah kamu buat dan perhatikan kalimat yang terasa kurang jelas atau terlalu panjang. Biasanya, kalimat pasif ditandai dengan kata kerja yang diikuti oleh kata “oleh” atau “di.”

  2. Tentukan Siapa Pelaku Aksi
    Setelah mengenali kalimat pasif, tentukan siapa yang melakukan aksi. Misalnya, dalam kalimat “Proyek itu diselesaikan oleh tim,” kita bisa ubah menjadi “Tim menyelesaikan proyek itu.” Dengan begitu, subjek (Tim) menjadi jelas, dan kalimat jadi lebih singkat.

  3. Perhatikan Struktur Kalimat
    Saat menulis kalimat aktif, pastikan struktur kalimatnya jelas dan mudah dipahami. Gunakan subjek yang tepat dan pastikan verb (kata kerja) yang kamu pilih sesuai dengan aksi yang dilakukan.

  4. Latihan Secara Berkala
    Seperti halnya keterampilan lain, mengurangi kalimat pasif membutuhkan latihan. Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah kamu mengenali kalimat pasif dan mengubahnya menjadi kalimat aktif.

Tips Lain untuk Memperbaiki Kualitas Tulisan

Selain mengurangi kalimat pasif, ada beberapa tips lain yang bisa membantu kamu meningkatkan kualitas tulisan:

  • Gunakan Variasi Kalimat
    Jangan terpaku pada satu jenis kalimat saja. Variasikan panjang dan struktur kalimatmu agar tulisanmu tidak monoton.

  • Tambah Subjudul
    Agar pembaca lebih mudah mengikuti tulisanmu, gunakan subjudul untuk membagi tulisan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dipahami.

  • Gunakan Transisi yang Lancar
    Pastikan ada kata atau kalimat penghubung yang memudahkan pembaca berpindah dari satu ide ke ide lainnya. Misalnya, gunakan kata seperti “selain itu,” “di sisi lain,” atau “lebih lanjut” untuk menjaga alur tulisan tetap mulus.

Kesimpulan

Mengurangi kalimat pasif adalah salah satu cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas tulisanmu. Kalimat aktif tidak hanya membuat tulisanmu lebih jelas dan dinamis, tapi juga membuat pembaca lebih mudah mengikuti apa yang kamu sampaikan. Jadi, mulai sekarang, cobalah lebih sering menggunakan kalimat aktif dalam tulisanmu. Dengan latihan, kamu akan semakin mahir dalam menulis dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami!

Käsknöpfle: Resep Makanan Khas Austria yang Lezat dan Mengenyangkan

Kasknopfle adalah hidangan khas trisula88 yang terbuat dari bola-bola pasta kecil yang dimasak dengan keju dan mentega. Hidangan ini mirip dengan mac and cheese, namun lebih tradisional dan kaya rasa. Sangat cocok untuk makan malam yang mengenyangkan.

Bahan-Bahan:

  • 300 gram tepung terigu
  • 2 butir telur
  • 150 ml air
  • 1 sdt garam
  • 200 gram keju Emmental atau Gruyère (serut halus)
  • 50 gram keju ricotta atau keju cottage
  • 50 gram mentega
  • 1 bawang bombay (iris tipis)
  • Garam dan merica secukupnya

Langkah-Langkah:

  1. Membuat Adonan Knöpfle:
    Campurkan tepung, telur, air, garam, dan merica. Aduk hingga adonan halus. Rebus air dalam panci besar, lalu tekan adonan melalui saringan ke dalam air mendidih untuk membentuk bola kecil. Setelah bola-bola adonan mengapung, angkat dan tiriskan.
  2. Membuat Saus Keju:
    Lelehkan mentega dalam wajan, tumis bawang bombay hingga kecokelatan. Tambahkan keju Emmental dan ricotta, aduk hingga keju meleleh dan tercampur rata.
  3. Menggabungkan:
    Masukkan knöpfle yang sudah matang ke dalam wajan berisi saus keju. Aduk rata dan masak selama beberapa menit hingga semua tercampur dengan baik.
  4. Penyajian:
    Sajikan Käsknöpfle dengan taburan bawang goreng dan peterseli cincang jika suka.

Nikmati Käsknöpfle yang lezat, gurih, dan mengenyangkan!

Evolusi Taktik Sepakbola: Dari Formasi Tradisional Hingga Gaya Permainan Modern

https://www.topclinicmadrid.com/
Sepakbola telah berkembang pesat selama lebih dari satu abad, dan taktik permainan merupakan salah satu aspek yang paling menarik dari olahraga ini. Seiring dengan perubahan dalam teknologi, pemahaman taktis, dan filosofi pelatih, formasi dan gaya permainan dalam sepakbola telah mengalami evolusi yang signifikan. Artikel ini akan membahas perjalanan panjang taktik sepakbola, mulai dari formasi tradisional hingga gaya permainan modern yang digunakan oleh tim-tim besar di dunia.

1. Formasi Tradisional: Era 2-3-5 dan 4-4-2

Pada awal abad ke-20, sepakbola menggunakan formasi 2-3-5 yang dikenal sebagai “WM.” Formasi ini mengandalkan lima pemain di lini serang dan dua bek yang bertugas menjaga pertahanan. Meskipun terdengar terbuka, formasi ini cukup efektif untuk menekan lawan dan menciptakan banyak peluang.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, formasi 4-4-2 mulai mendominasi. Formasi ini memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan, dengan empat pemain bertahan, empat pemain tengah, dan dua penyerang. Formasi ini menjadi andalan banyak tim, termasuk Inggris yang meraih kesuksesan besar di Piala Dunia 1966.

2. Revolusi Total Football: Belanda di Tahun 1970-an

Pada 1970-an, Belanda dan pelatih legendaris Rinus Michels memperkenalkan konsep Total Football. Konsep ini memungkinkan pemain untuk saling menggantikan posisi di lapangan, menciptakan fluiditas dalam permainan. Formasi yang lebih fleksibel dan dinamis ini mengubah cara tim bermain dan menuntut keterampilan teknis yang lebih tinggi. Pemain seperti Johan Cruyff menjadi ikon dari filosofi ini.

3. Pengaruh Italia dan Catenaccio

Sementara Belanda fokus pada serangan, Italia memperkenalkan taktik bertahan yang sangat terstruktur dan efisien, yang dikenal sebagai catenaccio (terjemahan: gembok). Dengan formasi yang lebih defensif, seperti 5-3-2, Italia mengandalkan dua bek tengah yang kuat dan seorang pemain yang berperan sebagai “sweeper” atau penjaga belakang untuk menutup ruang yang kosong. Taktik ini terbukti sangat efektif dalam pertandingan yang menuntut ketahanan dan disiplin tinggi.

4. Gaya Permainan Modern: Tiki-Taka dan Gegenpressing

Pada abad ke-21, taktik sepakbola semakin beragam. Salah satu gaya permainan yang terkenal adalah tiki-taka, yang diperkenalkan oleh Barcelona dan tim nasional Spanyol. Tiki-taka mengedepankan penguasaan bola yang tinggi, dengan umpan pendek yang cepat dan permainan kombinasi yang memancing ruang. Filosofi ini membawa Barcelona meraih kesuksesan besar di bawah Pep Guardiola, sementara Spanyol memenangkan Piala Dunia 2010 dan dua Kejuaraan Eropa berturut-turut.

Di sisi lain, taktik gegenpressing atau counter-pressing juga mulai banyak digunakan oleh pelatih seperti Jürgen Klopp. Gaya ini mengutamakan tekanan tinggi pada lawan setelah kehilangan bola, memaksa mereka untuk melakukan kesalahan dan menciptakan peluang serangan balik yang cepat.

5. Pemain Serba Bisa dan Taktik Moderen

Gaya permainan modern tidak hanya mengutamakan formasi atau sistem taktis tertentu, tetapi juga melibatkan pemain yang serba bisa. Pemain seperti Kevin De Bruyne, Lionel Messi, dan Mohamed Salah telah memanfaatkan kebebasan untuk berperan di berbagai posisi, memaksimalkan kreativitas mereka di lapangan. Penggunaan pemain yang bisa beradaptasi dengan berbagai taktik dan situasi pertandingan adalah ciri khas sepakbola modern.

6. Kesimpulan

Evolusi taktik sepakbola mencerminkan perubahan dalam filosofi pelatih, perkembangan teknik permainan, dan penyesuaian terhadap kondisi fisik serta teknologi. Dari formasi tradisional 2-3-5 hingga gaya permainan modern seperti tiki-taka dan gegenpressing, sepakbola telah berkembang menjadi olahraga yang semakin dinamis dan kompleks. Perubahan ini menunjukkan bagaimana taktik yang digunakan oleh tim dapat mempengaruhi jalannya pertandingan dan hasil akhirnya.

Seiring berjalannya waktu, kita dapat melihat bagaimana sepakbola terus berinovasi, dan mungkin di masa depan, akan ada lebih banyak revolusi dalam taktik dan gaya permainan yang tidak terduga.

Skandal Suap Hakim: Eks Ketua PN Surabaya Didakwa Atur Vonis Bebas Tersangka Pembunuhan

edwards2010 – Mantan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rudi Suparmono, resmi dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menjalani persidangan terkait dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan vonis bebas Gregorius Ronald Tannur. Pelimpahan berkas tahap II dilakukan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 3 Maret 2025, setelah ditemukannya bukti penerimaan dana sebesar 43.000 dolar Singapura (SGD) oleh Rudi.

Alur Suap dan Pembagian Dana

Berdasarkan penyelidikan Kejagung, Rudi diduga menerima uang dari kuasa hukum Ronald Tannur, Lisa Rachmat (LR), melalui hakim PN Surabaya Erintuah Damanik (ED). Awalnya, Lisa menyiapkan 20.000 SGD untuk Rudi, tetapi akhirnya menyerahkan langsung 43.000 SGD. Dari total tersebut, 20.000 SGD dialokasikan untuk Rudi, sedangkan sisanya dibagi ke hakim Erintuah, Mangapul, dan Heru Hanindyo.

Bukti transaksi suap terungkap saat penggeledahan di kediaman Lisa di Surabaya. Penyidik menemukan amplop bertuliskan “Diambil 43.000 dolar Singapura kepada Pak RS PN Surabaya milih hakim” 116. Selain itu, penggeledahan di dua rumah Rudi di Jakarta dan Palembang mengamankan uang tunai senilai Rp21 miliar lebih serta mata uang asing.

Peran Rudi dalam Penunjukan Majelis Hakim

Rudi disebut aktif memengaruhi susunan majelis hakim yang mengadili Ronald Tannur slot bet 200. Saat masih menjabat sebagai Ketua PN Surabaya, ia menerima Lisa di kantornya pada Maret 2024 dan menyebut nama Erintuah, Mangapul, dan Heru sebagai anggota majelis. Hakim Mangapul mengungkapkan bahwa Rudi melalui pesan “jangan lupakan saya” memastikan dirinya mendapat jatah 20.000 SGD dari dana suap.

Latar Belakang Kasus Ronald Tannur

Ronald Tannur awalnya divonis bebas oleh PN Surabaya pada Juli 2024 atas kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti. Namun, Kejagung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan membongkar praktik suap. Tiga hakim (Erintuah, Mangapul, Heru) serta Lisa ditangkap dengan barang bukti Rp3,5 miliar dan SGD 308.000. MA kemudian membatalkan vonis bebas dan menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Ronald.

Dampak dan Proses Hukum

Penetapan Rudi sebagai tersangka memperluas lingkup kasus ini, mengungkap keterlibatan pejabat pengadilan tingkat tinggi. Sidangnya di Jakarta Pusat akan menjadi sorotan publik, terutama terkait pertanggungjawaban moral lembaga peradilan. Saat ini, tiga hakim PN Surabaya dan Lisa telah menjalani persidangan terpisah.

Kejagung menegaskan komitmen memberantas praktik suap di lingkungan peradilan. “Ini momentum untuk memulihkan kepercayaan masyarakat,” tegas Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar.